KATA PENGANTAR
Puji
syukur senantiasa kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas segala rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini dapat digunakan
sebagai wahana untuk menambah pengetahuan, sebagai teman belajar, dan sebagai
referensi tambahan dalam belajar jagat
raya dan Tata Surya.
Ucapan
terima kasih kami ucapkan kepada kawan kawan semua yang membantu dalam dan
bekerja sama mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan makalah
ini. Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak
mustahil apabila dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat dijadikan
masukan dalam menyempurnaan makalah selanjutnya.
Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan dan
wawasan tentang Jagat raya dan Tata Surya. Jangan segan bertanya jika pembaca
menemui kesulitan. Semoga keberhasilan selalu berpihak pada kita semua.
Penyusun
|
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar
|
………………………………………..
|
1
|
Daftar Isi
|
………………………………………..
|
2
|
I.
Pendahuluan
|
………………………………………..
|
3
|
II.
Proses
Terbentuknya Tata Surya
|
………………………………………..
|
4
|
III.
Proses
Terbentuknya Matahari
|
………………………………………..
|
6
|
IV.
Proses
Terbentuknya Planet-Planet
|
………………………………………..
|
7
|
Penutup
|
………………………………………..
|
9
|
Daftar Pustaka
|
………………………………………..
|
9
|
I.
Pendahuluan
Lima milyar tahun yang
lalu,belum terbentuk matahari. Bahkan, daerah galaksi yang membentuk tata surya
kita adalah gelap, dingin, dan hampir kosong. Awan yang berhamburan dari gas
dan debu yang mengelilingi kegelapan. Tapi tahap demi tahap, awan menjadi
matahari dan planet-planet.
Tata surya adalah kumpulan dari
benda-benda langit yang mengelilingi matahari sesuai dengan orbitnya. Susunan tata surya terdiri
atas sebuah matahari, sembilan planet, satelit-satelit pengiring planet, komet
yang juga disebut bintang berekor, asteroid, dan meteorit. Matahari terletak di
pusat tata surya dan memiliki massa yang paling besar, yaitu besarnya 99,86 % selanjutnya dari matahari secara
berurutan, yaitu planet dalam : Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Kemudian
sabuk asteroid paling besar, yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter.
Kemudian, ada planet luar ; Jupiter, saturnus, Uranus, Neptunus , dan Pluto
yang masih diperdebatkan di luar
Neptunus, termasuk Pluto, terletak sesuatu yang berbentuk cakram yaitu Sabuk
Kuiper (dapat diucapkan “koy-per”) pada komet dan benda-benda dengan jenis
yang berbeda-beda.
Di luar sabuk kuiper yang jauh terdapat awan Oort , bintang
berekor yang besar dengan sempurna mengelilingi tata surya. Sebagian besar
benda langit anggota tata surya ini
beredar atau berevolusi mengelilingi matahari dengan lintasan edar berupa
elips. Karena lintasan edarnya berbentuk elips, maka dalam setiap revolusinya ,
anggota tata surya ini pada suatu saat berada dekat dengan matahari, namun pada
suatu saat yang lain berada jauh dengan matahari.
Titik terdekat ke matahari
disebut perihelium sedangkan titik terjauh disebut aphelium. Kecepatan gerak
planet dalam menempuh lintasan revolusinya tidak selalu tetap. Pada saat dekat
titik perihelium kecepatannya lebih besar dibandingkan dengan pada saat planet
tersebut didekat titik aphelium. Dan terkecuali untuk Pluto, semua planet dan
bulan terbesar dari planet mengikuti orbit yang tak beraturan pada bidang yang
sama.
II.
Pembentukan Tata Surya
Beberapa teori
tentang asal mula terbentuknya tata surya adalah Teori nebula (Teori Kabut),
Teori Pasang Surut, Teori Bintang kembar, dan Teori Proto Planet (Teori
Kondensasi).
1. Teori
Nebula
Immanuel Kant
(1749-1827), seorang ilmuwan filsafat Jerman membuat suatu hipotesis tentang
terbentuknya tata surya. Menurut Kant, di jagat raya terdapat gumpalan
kabut yang berputar perlahan-lahan sehingga lama-kelamaan bagian tengah kabut
itu berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian membentuk matahari, dan bagian
kabut di sekelilingnya membentuk planet-planet, satelit, dan benda-benda langit
lainnya. Seorang ilmuwan fisika Prancis bernama Pierre Simon de Laplace
mengemukakan teori yang hampir sama, pada waktu yang hampir bersamaan. Menurut
Laplace, tata surya yang berasal dari kabut panas yang berputar sehingga
membentuk gumpalan kabut, yang akhirnya bentuknya menjadi bulat seperti bola
besar.
Akibat putarannya
itu, bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebat pada bagian ekuatornya.
Kemudian, sebagian massa gas pada ekuatornya menjauh dari gumpalan intinya
membentuk cincin-cincin yang melingkari intinya. Dalam jangka waktu yang cukup
lama cincin-cincin itu berubah menjadi gumpalan padat, gumpalan kecil-kecil
inilah yang membentuk planet-planet dengan satelitnya dan benda langit
lainnya, sedangkan inti kabut itu tetap terbentuk gas pijar yang akhirnya
disimpulkan sebagai matahari. Persamaan kedua teori di atas terletak pada
material asal pembentuk tata surya, yaitu kabut (nebula), sehingga kedua teori
itu disebut teori Nebula atauTeori kabut, atau lebih dikenal dengan nama Teori
Kant dan Laplace.
Kabut matahari dengan
panas tinggi, memutar dengan cepat dan mendatar
Selama lebih dari jutaan tahun di mana
kabut matahari menipis, mempunyai panas tinggi, memutar cepat, dan mendatar
menjadi bentuk cakram. Sebagai hasil, nebula diubah bentuknya dari luas,
hamburan di beberapa arah, awan menjadi cakram yang memutar sangat kecil dengan
pusatnya panas.
Seperti kabut
mengkerut di bawah pengaruh gaya gravitasi, ini menjadi sangat panas. Sesuai
dengan hukum energy konservasi, energy potensial gravitasi pada partikel yang
tertarik diubah bentuknya menjadi panas dan juga tertutup bersama.
Juga, seperti kabut mengkerut, kabut
memutar sangat cepat dan cepat. Sebuah alas an untuk ini dalah konservasi
momentum anguler (sudut).
Tiap benda berotasi,
seperti awan dari gas, roda sepeda, atau acrobat yang melakukan salto, menjaga
rotasi am[ai sebuah gaya membuat benda tersebut berhenti. Kita mengatakan bahwa
benda yang berotasi “Kelembaman Rotasi”. Semua benda yang berpindah mempunyai
kelembaman dari gerakan tau momentum linier. Hamper serupa, benda-benda yang
memutar mempunyai kelembaman dari rotasi atau momentum sudut. Teori nebula
adalah sesuatu yang penting untuk mengetahui momentum sudut ini adalah tetap.
Konservasi momentum sudut mengatakan bahwa momentum sudut adalah konstan
sehingga ketika sebuah benda memusatkan untu berputar, ini adalah memutar
paling cepat. Sebagai yang sering dikenal peluncur s yang menarik lengannya
menjadi sebuah putaran, menghasilkan tambahan putaran. Jadi, debu dan gas
sebuah awan yang berotasi pada mulanya dengan kecepatan rendah seperti
pengerutan, mencapai kecepatan rotasi.
Sesuatu berbentuk
bola memutar dengan cepat, dan yang terjadi adalah bola tersebut mendatar.
Apabila kita mengamati seorang koki membalikkan adonan pizza menjadi sebuah
cakram dengan memutar pada tangannya. Jupiter, dengan putaran paling besar,
dapat dilihat bagian ini adalah bentuk sebuah bola yang asli. Ketika gas
sebuah bola meningkat, ini adalah kecepatan putaran, mendatar sangat
jelas-mendatar tepat galaksi kita, yaitu Milky Way. Jadi gas sebuah bola pada
mulanya adalah menjadi pemutar cakram, pusatnya menjadi awal matahari.
Sebuah formasi dari
cakram yang memutar saat ini. Semua planet bergerak mengelilingi matahari yang
sama dekat bidangnya karena mereka terbentuk dari suatu kabut cakram yang sama
datarnya. Secara lengkap yang mana cakram telah memutar menjadi rotasi matahari
dan orbit planet-planet secara lengkap. Ini juga memilih secara lengkap sebuah
rotasi untuk planet-yang mana hamper rotasi planet-planet adalah sama.
Sesuai dengan
keterangan-keterangan kita dapat mengartikan saat ini, seluruh alam diciptakan
dalam Big Bang, sekitar 14 miliar tahun yang lalu. Hydrogen dan helium juga
terdapat elemen kimia ketika awal mula alam semesta. Akhirnya, elemen besi yang
paling berat telah dibentuk dengan reaksi fusi di pusat bintang yang besar.
Elemen yang paling berat yang mana besi diproduksi dengan ledakan bintang
besar-supernova. Banyak tumpahan muatan bintang yang mati kembali ke dalam
ruang angkasa. Jadi sepanjang elemen yang berat dengan hydrogen dan helium yang
dilepaskan ke dalam ruang angkasa dari bintang yang mati dan dapat digunakan
kembali ke dalam generasi bintang baru.
Pada proses pemanasan
elemen berat (berarti semua elemen yang berat daripada helium) dan mungkin
menggunakan sejarah alam semesta seluruhnya. Menariknya, hanya bagian asli dari
hydrogen dan helium yang kecil diubah ke dalam elemen yang paling berat. Ketika
tata surya kita terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, sekitar 2 5 (dari
massa)murni hiidrogen dan helium dalam galaksi yang dibentuk menjadi elemen
yang paling berat.
Komposisi dari kabut
matahari sekitar sama dengan komposisi dari galaksi ketika kabut matahari
terbentuk. Jadi kabut matahari adalah sekitar 98 % hydrogen dan helium. Dua
persen yang lain adalah elemen berat yang diproduksi dalam penggunaan dari
elemen pada generasi bintang baru. Matahari dan planet luar menjaga komposisi
sampai saat ini, walaupun planet terrestrial mengandng proposi elemen berat
yang paling tinggi.
2. Teori
Planetesimal
Thomas C. Chamberlin (1843-1928),
seorang ilmuwan geologi dan Forest R. Moulton (1872-1952), seorang ilmuwan
astronomi, keduanya ilmuwan Amerika Serikat, mencetuskan teori yang dikenal
dengan nama teori Planetesimal yang artinya planet kecil. Disebut sebagai plnet
kecil karena menurut teori ini planet terbentuk dari benda padat atau
unsure-unsur kecil yang memang telah ada sebelumnya.
Menurut teori ini, matahari
yang ada sekarang sudah ada sebelumnya, kemudian pada suatu saat ada sebuah
bintang melintas pada jarak yang tidak terlalu jauh dari matahari. Akibatnya,
terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu,
sehingga sebagian dari massa matahari tertarik kea rah bintang mirip lidah
raksasa. Pad saat bintang menjauhi matahari, sebagian dari massa yang tertarik
itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang
angkasa di sekitar matahari menjadi planet-planet dan benda langit lainnya.
III.
Pembentukan Matahari
Matahari adalah bintang yang
jaraknya paling dekat dengan bumi baik pada gugusan galaksi bima sakti maupun
pada galaksi andromeda. Matahari adalah sebuah bintang karena matahari
memancarkan cahaya yang dihasilkan sendiri. Matahari dapat memancarkan cahaya
dan panas yang amat sangat besar energinya karena dihasilkan dari reaksi fusi
nuklir penggabungan inti atom hidrogen.
Matahari itu adalah seperti
bola raksasa yang terbentuk dari gas hydrogen dan helium. Matahari ini termasuk
sebagai pusat tata surya. Karena matahari ini merupakan sumber energy untuk
kehidupan yang berkelanjutan. Panas matahari ini berguna untuk menghangatkan
bumi dan membentuk iklim, sedangkan cahayanya menerangi bumi serta juga di
pakai untuk tumbuh tumbuhan agar bias melakukan proses fotosintesis.
Matahari berbentuk bola yang
berpijar dengan senyawa penyusun utama berupa gas hidrogen (74%) dan helium
(25%) terionisasi. Cahaya matahari berasal dari hasil reaksi fusi hydrogen
menjadi helium. Matahari ini juga mempunyai seperti dalam bentuk gelombang
radio,panas,cahaya sinar ultraviolet, sinar gamma dan sinar X. di karenakan
oleh gas-gas antara bintang itu
Dari sebuah bola gas yang
sangat amat besar yang terdiri dari gumpalan gas panas ini maka terjadinya
matahari. Gas yang terdapat pada
matahari ini berbeda dengan gas yang ada di bumi, di karenakan kerapatannya
sangat tinggi. Dalam arti sekalipun bahannya terdiri dari gas, namun jarak
antar partikel yang berdeketan seolah menjadi dempet. Pada teras matahari ini
himpitan timbunannya bahan yang memiliki tekanannya beberapa juta-juta ton pada
setiap sentimeter persegi, jadi nya atom gas matahari masih memiliki sifat gas
yang bergerak bebas dan menahan himpitan luar yang ditimpakannya.
IV.
Pembentukan Planet – Planet
Planet diambil dari kata dalam
bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan
demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu
terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi
bintang yang lain.
Perpindahan ini (pada masa
sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun
pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap
sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet
adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan
Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena
tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota
tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus,
Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan
sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di
tata surya menjadi hanya 8.
Proses Planet ini banyak sekali
memiliki theory nya, ada salah satu theory yang terkenal yaitu Theory Big Bang.
Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuk nya planet-planet berawal dari
puluhan miliyar tahun yang lalu. Pada awal nya terdapat gumpalan kabut raksasa
yang berputar pada porosnya. Putaran yang di lakukannya tersebut memungkinkan
bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di
pusat, membentuk cakram raksasa.
Dari cakram raksasa ini suatu
saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan sangat dahsyat di luar angkasa
yang kemudian mulai membentuk seperti galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka
waktu kira kira kurang lebih nya 4,6 miliyar tahun, nebula-nebula tersebut
membeku dan membentuk suatu galaksi.
Galaksi yang di sebabkan oleh nebula-nebula yang
membeku ini di sebut juga dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk
system tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar ini tadi
mengalami kondensasi sehingga menyebabkan membentuk gumpalan-gumpalan yang
mendingin dan memadat, nah dari gumpalan-gumpalan itu lah terbentuknya
planet-planet, termasuk planet bumi ini
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ada beberapa hipotesis yang
menyatakan asal-usul Tata Surya yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli,
yaitu Hipotesis Nebula, Hipotesis Planetisimal, Hipotesis Pasang Surut Bintang,
Hipotesis Kondensasi, dan Hipotesis Bintang Kembar. Sejarah penemuan Tata surya
di awali dengan dilihatnya planet-planet dengan mata telanjang hingga
ditemukannya alat untuk mengamati benda langit lebih jelas yaitu Teleskop dari
Galileo. Perkembangan teleskop diimbangi dengan perkembangan perhitungan
benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lainnya. Dari mulai mengetahui
perkembangan planet-planet hingga puncaknya adalah penemuan UB 313 yang
ternyata juga mempunyai satelit.
Tata surya adalah kumpulan
benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua
objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk
sembilan buah planet yaitu, merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus,
uranus, neptunus dan pluto yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips,
dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
B. SARAN
Sebaiknya semua pihak
mempelajari Jagat raya Dan Tata Surya agar dapat mengetahui dari mana
sebenarnya Tata Surya itu berasal sehingga kita tidak dapat mengada-ada atau
merekayasanya. Mengetahui Jagat Raya Dan Tata Surya juga sangat penting agar
kita dapat mengetahui kebesaran Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita dapat
meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
( Dari Berbagai sumber )


No comments:
Post a Comment